PSSI terancam medapatkan sangsi FIFA

Sangat disayangkan Konggres PSSI yang digelar oleh Komite Normalisasi yang diketuai Bp. Agum Gumelar di Hotel Sultan, Jumat, 20 Mei 2011 berlangsung ricuh dan berakhir deadlock tanpa menghasilkan konsensus apapun, gara-gara ulah segelintir anggota konggres yang tetap ngotot ingin mencalonkan Arifin Panigoro dan George Toisutta maka situasi konggrespun semakin tidak kondusif yang akhirnya ditutup sepihak oleh ketua normalisasi Bp. Agum Gumelar, dan Akibatnya hampir dipastikan FIFA selaku otoritas sepakbola dunia akan menjatuhkan sanksi kepada PSSI selaku Badan penyelenggara sepakbola Indonesia.

Sangat ironis sekali, karena PSSI telah gagal melakukan konggres untuk yang kedua kalinya, pertama ketika masih dibawah kepengurusan Nurdin Halid dan berlangsung di Pekanbaru, Riau 26 Maret lalu, Indonesia sudah dua kali gagal menjalankan instruksi FIFA. Jika FIFA benar-benar menjatuhkan sangsi kepada Indonesia maka dipastikan Timnas tidak akan bisa mengikuti ajang kompetisi/even Internasional, termasuk SEA Games 2011 dimana Indonesia sendiri sebagai tuan rumahnya, ... ironis bukan??? ... bahkan Persipura dan Sriwijaya FC yang lolos ke babak 16 besar AFC Cup terancam bakal di diskualifikasi.

Nah siapa yang paling bertanggung jawab dengan semua ini??? ... adalah anggota pemilik suara (kelompok 78), akibat ulah dari kelompok 78 tersebut yang tetap ngotot ingin memasukkan Arifin Panigoro dan George Toisutta dalam bursa pencalonan sebagai ketua umum PSSI pada periode 4 tahun mendatang, padahal telah kita ketahui bahwa kedua orang tersebut sudah dilarang oleh FIFA untuk maju dalam pencalonan bursa ketua umum PSSI, bahkan gugatan mereka yang ditujukan ke Court of Sports Arbitration (CAS) juga ditolak, namun mereka (kelompok 78) tetap bersikukuh, dan sepanjang konggres yang saya lihat secara live di televisi kelompok 78 tidak mencerminkan sebagai pengurus yang mencintai PSSI, sebaliknya mereka justru ingin menggagalkan konggres yang akibatnya dapat merugikan bangsa indonesia khususnya rakyat pecinta sepak bola.

Oleh sebab itu jika FIFA benar-benar menjatuhkan sangsi kepada indonesia maka George Toisutta, Arifin Panigoro serta kelompok 78 harus mempertanggung jawabkan, saya rasa seluruh rakyat indonesia pasti sepakat bahwa siapapun ketuanya yang penting dapat memajukan persepak bolaan indonesia dikancah internasional, meskipun dia bukan seorang jendral seperti George Toisutta atau sesorang yang kaya-raya dan memiliki Liga Primer seperti Arifin Panigoro, karena keduanya sudah ditolak oleh FIFA dan CAS, nah dengan dasar apa Kelompok 78 ngotot mencalonkan keduanya??? ... sungguh orang besar yang tidak mempunyai jiwa besar.

Comments :

3 komentar to “PSSI terancam medapatkan sangsi FIFA”
Anonim mengatakan...
on 

Setuju Gan! ... kelompok 78 ini memang resek, ... kenapa ya mereka termasuk GT dan AP tidak berjiwa besar dan legowo, seharusnnya presiden SBY memanggil jendral tsb agar tdk ngotot maju, malu dong!!! ... apalagi kalo FIFA benar2 menjatuhkan sangsi, ... wah dasar! ini namanya org bodoh ngaku pinter, apa mungkin ya dibalik ngototnya K-78 itu ada kepentingan besar??? ... money politik misalnya??? ...

hezty tatawarna mengatakan...
on 

sebenernya sayang banget kalo timnas gak bisa berpartisipasi di FIFA tapi ya gimana lagi , kalau sedikit aja ego nya disingkirkan dan bisa berdiskusi/musyawarah untuk mufakat pasti gak akan gitu

septick tank mengatakan...
on 

thx info .................

setujjjjjuuuuuuuuuuuu ...

Poskan Komentar

~ BLOG DOFOLLOW ~
Ingin berbagi bersama Madhek Blog? Silahkan tulis komentar Anda,
Ingat! ... komentar berbau SPAM atau tidak berhubungan dengan isi artikel langsung dihapus!, dan dilarang mencantumkan link aktif.
Terima kasih.

 

Daftar Isi




Trafic

    Health and Information Technology
    blog-indonesia.com TopOfBlogs
    YouSayToo Revenue Sharing Community
    W3 Directory - the World Wide Web Directory
    eXTReMe Tracker
    Review madhek.blogspot.com on alexa.com
    DMCA.com

Pengikut

Copyright © 2008-2012 Dwiyanto Santri Gaul All Rights Reserved | Template by : Dwi Blogger | Powered By Blogger
Kritik dan saran silahkan kirim via email ke : madhek.dwiyanto@gmail.com